https://sigiku.com/wp-content/uploads/2026/05/jalan-rasuna-said-jaksel-bersih-dari-tiang-monorel-taufiqdetikcom-1772015248908_169.jpeg
Pewarta : Red
Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersiap memperluas kawasan Car Free Day (CFD) dengan membuka titik baru di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. Langkah ini dilakukan untuk menambah ruang publik bagi warga sekaligus mendukung program pengelolaan sampah di ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengatakan kawasan Rasuna Said tengah dipersiapkan agar dapat menjadi lokasi CFD seperti kawasan Sudirman-Thamrin yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga setiap akhir pekan.
“Rasuna Said nantinya kita persiapkan juga menjadi Car Free Day seperti Sudirman-Thamrin,” ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Selain penambahan lokasi, Pemprov DKI juga berencana melakukan penyesuaian jam pelaksanaan CFD. Namun hingga kini belum dijelaskan secara rinci perubahan waktu yang akan diterapkan.
Menariknya, kawasan Rasuna Said juga akan menjadi pusat pelaksanaan Instruksi Gubernur (Ingub) terkait gerakan pemilahan sampah yang mulai dijalankan pada Minggu (10/5/2026). Program tersebut menjadi bagian dari upaya serius Pemprov DKI dalam mengatasi persoalan sampah yang terus menjadi tantangan besar di Jakarta.
Pramono menyebut kebijakan pemilahan sampah itu merupakan tindak lanjut dari Ingub yang telah ditandatangani pada 4 Mei 2026 lalu. Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dapat meningkat melalui gerakan yang dilakukan secara masif.
“Tanggal 10 Mei nanti kita mulai pelaksanaan Ingub pemilahan sampah sekaligus pencanangan HUT DKI Jakarta ke-499 di Rasuna Said,” katanya.
Menurut Pramono, pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pemerintah daerah, termasuk melalui pengoperasian fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Rorotan untuk mendukung pengolahan sampah Jakarta secara berkelanjutan.
Post Views: 19
[matched_content]
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.