Diduga Keracunan Menu MBG, Satu Orang Siswa MI Al Ihsan…

Diduga Keracunan Menu MBG, Satu Orang Siswa MI Al Ihsan...

https://sigiku.com/wp-content/uploads/2025/11/Puskesmas-Selabatu-Sukabumi-1-e1763387653902.jpg

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Kasus keracunan yang diduga akibat mengkonsumsi makanan Program MBG kembali terjadi, kali ini dialami oleh puluhan siswa/siswi Madrasah Ibtidaiyah Al Ihsan, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (17/11/2025). Puluhan siswa yang mengkonsumsi menu MBG berupa, Nasi, Sayur Pakcoy, Tempe, Nugget Ayam, dan Buah Lengkeng tersebut mengalami mual, pusing, gangguan pencernaah, hingga muntah – muntah, salah satunya bahkan harus dilarikan ke Puskesmas untuk mendapat perawatan lanjutan, sementara 27 siswa lainnya ditangani secara mandiri di sekolah tersebut.

“Saat tiba di Puskesmas, pasien mengeluh mual, pusing, muntah, serta terjadi gangguan pada pencernaannya,” terang Kepala Puskesmas Selabatu, dr. Riska Rachmawati kepada awak media.

Sementara Kepala MI Al Ihsan, Euis Muflihah, mengatakan, gejala yang dialami siswa bermula setelah makan MBG, tepatnya terjadi pukul 10.00.

“Kondisinya tadi lemah, habis makan entah muntah. Lalu diperiksa Puskesmas, dan ditangani langsung oleh dokter, orangtuanya juga sudah ditelepon, Alhamdulillah barusan sudah pulang dari Puskesmas, dan menginfirmasikan bahwa kondisi anaknya semakin membaik ” ujar Euis.

Kepala Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Sukabumi, Andri Setiawan, menyebut pihak penyedia MBG di wilayah itu adalah SPPG Sriwidari. Andri mengaku, sebelum ada laporan kejadian dugaan keracunan, dirinya sempat mengunjungi SPPG Sriwidari dalam rangka monitoring dan evaluasi.

“Saya lalu menerima laporan ada siswa diduga keracunan. Kalau laporan awal ada satu orang siswa yang diduga mengalami keracunan,” kata Andri.

Andri menyebut, dari 39 SPPG yang beroperasi di Kota Sukabumi, masih terdapat beberapa yang belum mengantongi Sertifikat Laik Higiensi dan Sehat (SLHS).

“Kami akan terus memastikan semua SPPG memenuhi standard keamanan pangan. Harus jadi evaluasi, ke depan jangan sampai terjadi kasus serupa,” pungkasnya.

Post Views: 83

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *