https://sigiku.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG-20260326-WA0000-e1774614418959.jpg
Pewarta : Anis
Kota Depok – Pemerintah Kota Depok bersama DPRD memastikan adanya peningkatan signifikan anggaran jaminan kesehatan yang kini mencapai lebih dari Rp.114 miliar pada 2026. Peningkatan tersebut dinilai sebagai langkah konkret untuk menuju pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta bagi seluruh warga.
Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Ade Firmansyah menyebutkan bahwa peningkatan anggaran tersebut merupakan hasil sinergi dari berbagai sumber pendanaan, baik daerah maupun pusat.
“Kabar baik bagi warga Depok. Dengan total anggaran lebih dari Rp.114 miliar, dan bertambahnya keaktifan peserta BPJS mandiri warga yang tidak masuk dalam desil 1 sampai 5 dalam DTSEN sehingga saya optomis Depok akan menuju predikat UHC kembali,” ujar Ade Firmansyah dalam keterangannya, Rabu (25/03/2026).
Anggota Komisi D DPRD Kota Depok ini menjelaskan, awalnya alokasi anggaran berasal dari APBD Kota Depok sebesar Rp103 miliar. Kemudian mendapat tambahan Rp10 miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Rp.1,25 miliar dari dana bagi hasil cukai dan tembako yang sebagiannya di alokasikan untuk PBI JK.
Namun demikian, ia mengakui bahwa untuk mencapai standar UHC nasional dengan tingkat keaktifan peserta BPJS di atas 80 persen, Kota Depok masih membutuhkan anggaran yang jauh lebih besar.
Berdasarkan perhitungan, pada tahun 2026 ini Depok membutuhkan sekitar Rp170 miliar untuk benar-benar mencapai standar UHC nasional,” jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kota Depok juga menerapkan skema penyesuaian dengan mengganti UHC penuh menjadi bantuan sosial kesehatan. Program tersebut difokuskan bagi masyarakat pada kelompok desil 1 hingga desil 5 berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Insya Allah, dengan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD, serta dilandasi kepedulian terhadap, kita dapat kembali memberikan jaminan kesehatan semesta bagi warga Depok,” tambahnya.
Ade juga mendorong Dinas Kesehatan Kota Depok agar mampu mengoptimalkan alokasi anggaran, termasuk dalam pembahasan perubahan anggaran ke depan, sehingga target UHC tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar terwujud.
Dalam momentum Idul Fitri, Ade yang akrab disapa Adef turut menyampaikan ucapan kepada masyarakat.
“Mohon maaf lahir dan batin.Semoga seluruh warga Depok dan Jawa Barat senantiasa diberikan kesehatan, kesejahteraan, kemakmuran dan keberkahan,” tutup Adef.
Post Views: 257
[matched_content]
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.