https://sigiku.com/wp-content/uploads/2026/02/IMG_20260221_211042.jpg
Pewarta : Abd Haris
Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah – Masyarakat Desa Bokat 4, Kecamatan Bokat, Kabupaten Buol dihebohkan oleh aksi demo oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan masyarakat Bokat 4, belum lama ini.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut menuntut pertanggungjawaban atas kinerja pemerintah desa yang menurut segelintir pendemo tidak transparan, terutama dalam hal pengelolaan keuangan desa. Bahkan menurut penggerak aksi, pihaknya sudah melaporkan ke pihak berwajib terkait pengelolaan keuangan desa.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, menurut sumber yang dapat dipercaya bahwa demo yang tersebut disinyalir dimuati kepentingan pribadi.
Menurutnya, penggerak aksi, yakni Iwan hodeng ternyata pernah mencalonkan diri jadi Kepala Desa Bokat 4, dan kalah saing dengan kepala desa yang menjabat saat ini yakni Helis.
“Karena tidak puas dengan kekalahannya tersebut, kini iwan sang mantan calon kepala desa tersebut kerap kali melancarkan aksi demo dan merekrut pendukung untuk melengserkan pemerintah desa yang sedang berkuasa saat ini, namun upaya Iwan tersebut tidak pernah berhasil,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Fesa Bokat 4, Helis, saat dikonfirmasi oleh sigiku.com mengatakan, jika yang bersangkutan Iwan Hodeng justru memiliki kaitan utang piutang dengan Kepala Desa Bokat 4.
“Masalah utang piutang ini sudah berlangsung lama dan yang bersangkutan tidak ada niat baik untuk membayar,” ungkap Helis.
Helis mengakui bahwa masalah hutang piutang ini tidak dibuatkan kwitansi sebab saling percaya.
“Dia ngutang sama saya mulai dari mulai pemasangan Kilometer sebesar Rp. 3,5 jt, mengirim uang ke Gina Rp. 1,5 jt, biaya menikah Rul Rp. 2 jt, kemudian biaya mengurus perceraian Liana Rp. 2 jt, Semen 20 sak, dan lain – lain, sayangnya saya tidak buatkan kwitansi, karena percaya namun kepercayaan itu disalahgunakan tegas,” Helis kepada sigiku.com.
Terkait hal itu, saat dikonfirmasi Iwan Hodeng mengakui jika dirinya memiliki hutang kepada kepala desa namun, hanya untuk keperluan pembelian semen 20 sak dan dia berkeras tidak mau melunasinya hutangnya tersebut, tanpa memberi alasan yang jelas.
“Semestinya saudara Iwan harus melunasi hutangnya, karena itu jadi tanggung jawabnya, apalagi dia seorang publik figur,” ujar salah satu warga.
Dikatakan, selain menjadi penggerak aksi unjuk rasa, Iwan juga pernah menjabat Ketua BPD sebelum Helis menjabat sebagai kepala desa, sehingga besar kemungkinan bobroknya pemerintahan desa di masa lalu tidak bisa dipisahkan dengan yang bersangkutan, karena setiap keputusan desa pasti atas sepengetahuan BPD.
Post Views: 119
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film