https://sigiku.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251223_113849-e1766465324818.jpg
Kab. Sumedang – Sebuah greenhouse di Desa Cileles, Kabupaten Sumedang, kini kembali hidup. Bangunan sederhana yang sempat kurang termanfaatkan itu perlahan berubah menjadi ruang belajar, ruang produksi, sekaligus ruang harapan bagi masyarakat desa.
Perubahan tersebut berawal dari kolaborasi antara dosen Universitas Padjadjaran, kelompok tani, dan kelompok wanita tani melalui Program Transformasi Teknologi dan Inovasi (PTTI).
Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat bersama Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi pada tahun 2025 dengan Ketua Tim Dr. Ir. Efri Mardawati, S.TP., M.T. Dosen Teknologi Industri Pertanian, Universitas Padjadjaran bersama tim.
Dr. Efri sudah melaksanakan penelitian dari Tahun 2019 mengenai kajian ilmiah produk black garlic dan turunannya. Hasil penelitian menunjukkan produk black garlic mengandung bioaktif yang tinggi seperti antioksidan dan antibakteri.
Beberapa produk turunan sudah dikembangkan seperti Black Garlic Butiran, Black Garlic Madu, Black Garlic Teh, Koopi Black Garlic, tablet hisap dan nano Ekstrak Black Garlic sebagai sediaan bahan pangan fungsional dan farmasi.
Beberapa produk sudah dikomersialisasi melalui kegiatan hilirisasi yang dikembangkan oleh Unpad bekerjasama dengan Mitra. Teknologi yang sudah dihasilkan ini disosialisasikan dan ditransformasi kepada kelompok masyarakat untuk mengembangkan produk ini dan lainnya khususnya dengan Desa Cileles.

Greenhouse desa kemudian dikembangkan bersama Kelompok Tani Al Hikmah yang diharapkan dapat dikembangkan sebagai pusat budidaya bawang putih. Pendekatan teknologi diterapkan secara sederhana namun tepat guna: pengaturan irigasi yang lebih terkontrol, pemantauan suhu dan kelembaban, serta otomasi dasar untuk menjaga lingkungan tanam tetap stabil.
Untuk ketersediaan bawang putih saat ini masih banyak impor, sementara tingkat konsumsi dan penggunaan di masyarakat ataupun industri sangat besar. Namun, cerita tidak berhenti pada proses menanam.
Di sisi lain desa, Kelompok Wanita Tani Sabilulungan mulai mengolah bawang putih menjadi black garlic, produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Melalui pendampingan dosen Unpad, para perempuan desa belajar mengolah, mengemas, hingga memasarkan produk secara mandiri.
Bekerjasama dengan CV Sumber Maslahat Lestari yang merupakan UMKM yang lahir dari kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Cileles, dihasilkan berbagai produk turunan seperti sistik black garlic, selai black garlic, dan roti black garlic.
Produk-produk ini bukan sekadar olahan pangan, melainkan simbol tumbuhnya kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi perempuan desa. Produk olahan ini sudah dapat menjadi produk yang diproduksi dan dijual oleh anggota KWT SabilulunganKK Desa Cileles.
Selain kegiatan pelatihan di GH Desa Cileles dan pelatihan di lokasi Desa Cileles, kegiatan PTTI juga dilakukan dengan membawa para mitra ke Kampus Unpad untuk berkunjung ke Lab Produksi Black Garlic di FTIP Unpad, kunjungan ke Greenhouse FTIP Unpad dan Lab Kultur Jaringan Faperta Unpad. Kunjungan dan praktek di Kampus memberikan wawasan para mitra dan motivasi untuk berkmenbang dan bermitra bersama.
“Kami tidak hanya diajari cara membuat produk, tapi juga cara menjual dan melihat peluang,” ujar Lia, salah satu anggota KWT Sabilulungan.
Yanti ketua KWT Sabilulungan menjelaskan bahwa pelatihan yang dilakukan TIm Unpad sudah membekali para anggota membuat produk pangan yang baik, dan menjadi salah satu sumber penghasilan bagi anggota karena selain difasilitasi peralatan juga produk yang sudah kami produksi, jual dan menambah pendapatan.
Pendekatan yang digunakan dalam program ini menekankan kolaborasi dan keberlanjutan. Kelompok tani menjaga kesinambungan produksi bawang putih, sementara kelompok wanita tani mengembangkan hilirisasi produk. Perguruan tinggi berperan sebagai pendamping yang menjembatani teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Dengan inisiasi penanaman di Desa Cileles diharapkan dapat menjadi sentra bawang putih dan dapat menggantikan impor dan memperkuat produk dalam negeri.
Pengembangan produk berbasis black garlic dapat menambah ketersediaan produk sehat yang dapat meningkatkan imunitas dan kesehatan masyarakat dan menambah sumber ekonomi bagi masyarakat Desa Cileles.
Apa yang terjadi di Cileles menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus rumit. Dengan memanfaatkan aset desa yang ada, mengolah komoditas lokal, dan memperkuat peran perempuan, desa mampu menciptakan nilai tambah dari sumber dayanya sendiri.
Dari produk black garlic, sebuah greenhouse, tumbuh lebih dari sekadar bawang putih. Tumbuh pula harapan bahwa desa dapat menjadi pusat inovasi pangan, ketika ilmu pengetahuan dan masyarakat berjalan beriringan.
Ketua Tim Pelaksana
Dr. Ir. Efri Mardawati, S.TP., M.T. NIDN. 0012037804
Anggota Tim
Dr. Irfan Ardiansah, NIDN. 0021097805
Ir. Totok Pujianto, NIDN. 0019106202
Selly Harnesa Putri, S.TP., M.P. NIDN. 0012018902
Dr. Erni Suminar, SP.,MSi. NIDN. 0003067603
Post Views: 103
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film