Pemkab. Sukabumi Raih 2 Penghargaan Sekaligus di Bidang…

Pemkab. Sukabumi Raih 2 Penghargaan Sekaligus di Bidang...

https://sigiku.com/wp-content/uploads/2026/02/FB_IMG_1770772535066-e1770775005445.jpg

Pewarta : Arief

Kabupaten Sukabumi – Dinilai berhasil menjalankan program Swasembada Pangan Tahun 2025, Pemkab. Sukabumi menerima sejumlah penghargaan, yakni peringkat kedua peningkatan Produksi Beras Nasional 2025 dari Presiden RI, serta peringkat pertama Peningkatan Produksi Padi dan Jagung tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin menyampaikan ucapan terima kasih kepada insan pertanian dan berbagai pihak yang telah berperaserta aktif mensukseskan program swasembada pangan.

Ia mengungkapkan, pada 2025 Kabupaten Sukabumi mendapat target produksi Padi 899.599 ton dan jagung 104.492 ton. Berdasarkan data Statistik Pertanian (SP) dan SIPDPS, realisasi produksi Padi mencapai 1.077.867 ton atau 119,82 persen dari target. Luas Panen Padi tercatat 185.661 hektare atau 114,36 persen dari target swasembada.

Sementara untuk komoditas Jagung, realisasi produksi mencapai 133.144 ton atau 127,42 persen dari target fengan luas Panen Jagung tercatat 26.457 hektare, menurutnya, ini jauh melampaui target yang ditetapkan.

Aep menyebut bahwa masih terdapat potensi luas Panen Padi, yakni sekitar 5.485 hektare yang belum terlaporkan, dengan estimasi produksi 27.425 ton.

“Ini menjadi evaluasi penting untuk perbaikan sistem pelaporan pada 2026,” ujarnya, Selasa (10/02/2026).

Memasuki 2026, Aep berkomitmen mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Berdasarkan RPJMD Kabupaten Sukabumi dan Renstra Provinsi Jawa Barat, sasaran produksi padi ditetapkan sekitar 876 ribu ton dan jagung sekitar 118 ribu ton.

Kinerja Luas Tambah Tanam (LTT) Padi juga menunjukkan tren positif dimana pada Januari 2026, realisasi LTT mencapai 18.352,6 hektare atau 111,2 persen dari target Kementerian Pertanian, meningkat tajam dibanding Januari 2025.

“Capaian tersebut didukung bantuan pemerintah pusat berupa benih, sarana produksi, serta alat dan mesin pertanian. Selain itu, penyerapan gabah oleh Perum BULOG telah dimulai untuk menjaga stabilitas harga dan mendukung pendapatan petani,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Penanggung Jawab Luas Tambah Tanam (PJLTT) Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementerian Pertanian, Leli Nuryati mengungkapkan bahwa Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan pendaftaran varietas lokal padi terbanyak di Indonesia.

“Tercatat 39 varietas lokal telah didaftarkan, 26 di antaranya varietas padi. Ini peringkat pertama nasional,” ungkapnya.

Menurut dia, varietas lokal berpotensi besar karena lebih adaptif terhadap iklim dan tahan hama, sehingga diharapkan dapat memperkuat produksi pangan nasional ke depan.

Post Views: 99

News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *