Pemerintah Kabupaten Ciamis Batasi Jam Kunjungan…

Pemerintah Kabupaten Ciamis Batasi Jam Kunjungan...

https://sigiku.com/wp-content/uploads/2025/12/IMG_20251208_220024.jpg

Pewarta : A Y Saputra

Kabupaten Ciamis – Pemerintah Kabupaten Ciamis telah resmi membatasi jam kunjung di Alun – Alun Ciamis, keputusan tersebut diambil setelah lokasi tersebut diduga menjadi tempat berkumpulnya kelompok remaja dengan aktivitas yang dinilai mencurigakan.

Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, dalam acara Anugerah Masjid Ramah 2025 di Aula Setda Ciamis, Senin (08/12/2025).

“Saat ini Alun – Alun Ciamis akan dibatasi untuk hari tertentu, hanya boleh dikunjungi sampai jam 23–24 malam ketika hari libur, sebab banyak dimanfaatkan hal tidak baik,” ungkap Bupati.

Bupati mengatakan petugas sering menemukan kelompok remaja yang berkumpul hingga larut malam.di area yang berdekatan langsung dengan Masjid Agung Ciamis.

Ia menegaskan bahwa pembatasan bukan bentuk larangan total, tetapi upaya menjaga moral generasi muda.

“Untuk mencegah hal itu berulang, Satpol PP diperintahkan meningkatkan patroli rutin.Petugas diminta segera membubarkan kerumunan yang mengarah pada aktivitas mencurigakan,” imbuhnya.

Herdiat mengingatkan bahwa penanganan tetap dilakukan secara humanis.

Dalam pidatonya, Herdiat secara terbuka menyinggung kekhawatiran tentang keterbukaan kelompok LGBT di ruang publik.

Menurutnya, fenomena itu menimbulkan keresahan di kalangan tokoh agama dan masyarakat.

“LGBT dengan berani terang-terangan mendeklarasikan diri bahwa aku ini LGBT, aku ini gay, dan aku ini lesbian. Ini yang membuat kami prihatin,” ungkapnya.

Herdiat bahkan mengaku pernah melihat langsung aktivitas dugaan transaksi yang tidak pantas di area Alun-Alun.

“Paling memprihatinkan terjadinya transaksinya di depan mata saya,Mereka berkumpul dan bertransaksi, dan selanjutnya entah kemana,” tegasnya.

Pemerintah daerah bersama tokoh masyarakat telah sepakat melakukan deklarasi memerangi segala bentuk kemaksiatan.

Langkah ini dianggap sebagai tanggung jawab moral pemerintah terhadap perkembangan perilaku remaja yang dipengaruhi derasnya arus digitalisasi.

“Akhlak dan mental terutama untuk generasi muda dengan digitalisasi, kalau kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik maka akan terjadi hal-hal yang tak diharapkan,” ujarnya.

Herdiat mendorong penuh dihidupkannya kembali program Magrib Mengaji dan salat berjamaah yang sempat terhenti saat pandemi.

“Insya Allah selama saya menjabat 4 tahun ke depan, kegiatan ini tak boleh hilang, dan dari sisi moralitasnya harus semakin baik,” tandasnya.

Post Views: 65

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *