https://sigiku.com/wp-content/uploads/2026/04/IMG-20260412-WA0007-e1776057320427.jpg
Pewarta : Anis
Kota Depok – Sejumlah guru ngaji lekar merasa prihatin atas dihapusnya program dana insentif pembimbing rohani atau bimroh oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat.
Salah satu Guru Lekar di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo yang berhasil ditemui, namanya Muhammad Furqan membenarkan hal tersebut.
Guru Alif Ba, bahasa yang biasa disematkan kepada Guru Lekar seperti dirinya adalah tiang utama pendidikan Agama Islam bagi anak-anak.
Sekarang Dana Bimroh untuk para Guru Ngaji Alif Ba sudah dihapus pemerintah, padahal mereka yang mengajarkan Agama Islam kenapa anak-anak kampung, tidak mencari kekayaan,” kata Muhammad Furqan kepada wartawan, Sabtu (11/4/2026).
Meski belum pernah mendapatkan dana bimroh, namun Muhammad Furqan mengatakan banyak kerabatnya sesama ustadz kampung sangat terbantu akan program Pemkot Depok era sebelumnya.
“Umumya sih merasa terbantu untuk bayar listrik. Kebanyakan mereka (ustadz) kan ngajarin anak-anak baca iqro kan dirumah, nah dana itu buat bayar listriknya, karena ga pernah ada patokan iuran bulanan,” ujarnya.
Ia meminta Pemerintah Kota Depok agar mempertimbangkan kembali keputusan menghapus dana bimroh bagi Guru Ngaji Lekar yang selama ini dinilai sangat besar manfaatnya.
“Jangan jadikan tumbal pengajar agama.
Ingat bagaimana dulu kita jadi anak kecil. Mungkin tanpa bimbingan Guru Lekar kita tidak akan paham apa itu Al Fatihah,” pungkasnya.
Sementara, Guru Ngaji Lekar dari Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Haryadi mengaku kecewa akan pengurangan kuota penerima Dana Insentif Bimroh.
Dirinya menyebut Kota Depok mengalami kemunduran dengan adanya pengurangan kuota bimroh dan penghapusan program UHC atau Universal Health Coverage oleh Pemkot Depok beberapa waktu lalu.
“Dana Bimroh di setop, KIS dinonaktifkan, mana katanya perubahan Depok, malah makin mundur. Dari sejahtera menjadi sengsara kacau,” kata Haryadi melalui pesan nya.
Guru Ngaji Lekar berharap Pemkot Depok dapat meninjau ulang kebijakan tersebut agar lebih banyak guru ngaji yang bisa mendapatkan insentif, mengingat peran penting mereka dalam pendidikan agama.
Pentingnya Insentif bagi para guru ngaji ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengajar, meskipun banyak dari mereka mengajar dengan ikhlas.
Post Views: 174
[matched_content]
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.