https://sigiku.com/wp-content/uploads/2026/03/IMG_20260312_215355-e1773361652477.jpg
Pewarta : Arief
Kota Sukabumi – Polres Sukabumi Kota secara resmi memulai Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang ditandai dengan pelaksanaan Terminal Tyep A Kota Sukabumi Apel Gelar Pasukan, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana pengamanan guna menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif selama momentum Hari Raya Idulfitri.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Polres Sukabumi Kota juga memusnahkan barang bukti hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) yang dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Sebanyak 2.325 botol minuman keras (miras) dari berbagai merek dimusnahkan sebagai bentuk komitmen pemberantasan penyakit masyarakat di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
Selain miras, petugas juga memusnahkan 250 knalpot yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis atau knalpot brong.
Langkah ini dilakukan untuk menekan pelanggaran lalu lintas sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat dari kebisingan, khususnya selama masa Lebaran.
Kapolres Sukabumi Kota menyampaikan bahwa pengamanan tahun ini melibatkan kekuatan besar dari berbagai unsur guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik.
“Kami melibatkan total 1.010 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya. Khusus dari Polri, sebanyak 400 personel akan disiagakan di sejumlah titik strategis,” ujarnya.
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas serta pelayanan kepada masyarakat, Polres Sukabumi Kota telah menyiapkan sejumlah pos pengamanan, di antaranya satu Pos Terpadu yang berlokasi di Gedung Juang, satu Pos Pelayanan di kawasan Baros, serta 11 Pos Pengamanan (Pos PAM) yang tersebar di jalur utama wilayah hukum Polres Sukabumi Kota.
Melalui Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang mengusung tagline “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, Polri berharap seluruh masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, dan lancar.
“Semua ini kami lakukan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran 2026 atau 1447 Hijriah. Kami berharap pelaksanaan mudik tahun ini berjalan aman, tertib, dan lancar,” tutup Kapolres.
Post Views: 95
[matched_content]
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.